Tulisan Siapa? Hargailah

28 12 2011

Menulis itu mudah. Menulis dengan makna yang dalam itu susah. Namun, hargailah apapun yang sudah ditulis oleh seseorang. Mungkin ada yang buruk dan ada yang luar biasa. Bagi tulisan yang buruk, jangan lah dicela, ditertawakan, ataupun dihina. Belum tentu apa yang kamu tulis lebih baik dari tulisan-tulisan yang kamu hina dan tertawakan. Jadi, hargailah tulisan orang lain, maka tulisanmu akan dihargai pula kelak jika kau telah menulis.





Kenapa?

24 01 2011

Pertanyaan ini singkat, padat, ga jelas, namun penuh makna buatku. Jika ia dijabarkan, kertas Sabang-Merauke tak cukup untuk menampung tintanya (lebay).
Namun saya sendiri tak tau kenapa saya menulis ini. Mungkin kalo kata anak-anak gaol sekaranng: saya sedang galau. Hahaha.

Galaunya kenapa ya? Saya juga tak tau. Mungkin kebanyakan yang dipikirkan. Dari yang unas, snmptn yang bersistem baru, sampe yang lain2. Mungkin semuanya saling mengisi jatah tempat di otakku, sehingga otak ini terasa sesak.

Yah, mungkin itu aja yang disampein. Mungkin yang ini bener-bener ga berkualitas (emang ada yang berkualitas?:)) ). Kegalauan saya sedang memuncak. Namun saya tetap berharap agar galaunya cepet ilang. Supaya bisa fight and spirit lagi buat belajar cara cepat ngerjain snmptn :)





Kita Semua Calon Penerus Perjuangan Bangsa

22 12 2010

Kemarin adalah hari terakhirku di semester 1 kelas xii di smala. Waktu terasa berjalan begitu cepat. Mungkin tidak terasa berjalan. Tetapi terasa berlari. Begitu cepat. Hingga aku merasa, sepertinya baru kemarin aku masuk smala.

Hari terakhir di semester 1 ditutup dengan final-final lomba olahraga yang telah diadakan dalam beberapa hari terakhir dan lomba-lomba seru-seruan. Kok seru-seruan? Ya! Emang seru-seruan. Namanya juga lomba habis UAS. Tujuannya adalah untuk merefresh otak kita yang telah butek, stres, jayus (oh, ini ga masuk ya), dsb (dan saya bingung). Otak yang telah bekerja kurang lebih sekitar kira-kira (maaf menggunakan kata2 ga efektif) 6 bulan. Dan puncaknya saat UAS.

Nah, terus apa hubungannya dengan judul yang kayanya juga geje itu? Namanya juga lomba buatan manusia. Pasti tak terlepas dari kekurangan-kekurangan. Kekurangan kekurangan itu bisa berasal dari macam-macam hal. Tapi banyak anak kelas xii yang mengkritik panitia yang kelas x dan xi. Ada yang bilang ga tersedia wasit yang adil, ada yang bilang panitianya ga tegas, dan semacamnya. Dan masalah lain adalah ada kelas-kelas mengejek beberapa kelas lain karena “kelas”nya. Dan yang ada juga kelas-kelas yang tak terima dengan keputusan-keputusan panitia.

Okelah mari kita tinjau satu-satu (woosh, koyo wong serius ae hahaha). Dari segi panitia, seharusnya mbak mas itu bisa “sedikit” mengerti lah. Namanya manusia pasti punya salah. Panitia-panitia yang isinya anak kelas x dan xi sebenernya sudah luar biasa. Mau menunjukkan kreativitas mereka. Banyak lomba-lomba yang menurut saya “baru” dan “segar”. Nah, karena lomba baru, maka dibutuhkan aturan-aturan baru. Seperti yang saya utarakan sebelumnya, namanya juga lomba-lomba yang aturan-aturannya dibuat manusia. Ingat, aturan-aturannya hanya dibuat manusia, pastilah ada kekurangan. Aturan-aturan lomba lama aja masih ada kekurangan. Apalagi lomba baru. Selain itu, mereka kan masih belajar. Kalo ada kesalahan itu biasa, kalo gamau ada kesalahan, ya ga usah belajar. Jadi mbak masnya harus maklum atas kekurangan-kekurangan yang terjadi. Janganlah menekan adik kelasnya terus. Kasian. Malah kita harus beri apresiasi atas ide-idenya yang brilian.

Yang selanjutnya saya akan membahas yang antar kelas saling mengejek dan mengolok. Entah itu karena “kelas” nya ataupun yang katanya curang atau yang lainnya. Cemandh-cemandhku semuanya, anak-anak kelas xii. Kita sebentar lagi lulus (semoga lulus 100% dengan jujur dan smala meraih nilai UN tertinggi nasional, amin). Ngapain kita berpecah belah. Ngapain kita saling bermusuhan. Apa sih manfaatnya? Ini hanyalah lomba. Tujuannya untuk refreshing. Janganlah gara-gara “human error” panitia, malah jadi pecah. Untuk apa? Apa manfaatnya perpecahan itu?

Kemudian bagi yang mengolok-olok “kelas”, ngapain mengolok-olok begitu? Apakah kalian sudah tidak punya rasa peduli terhadap “kelas” yang diolok-olok itu? Apakah kalian tidak kasihan terhadap mereka. Mereka juga teman kita. Kita adalah smalane. Janganlah saling menyakiti. 5 atau 10 tahun ke depan, mungkin saja kita akan membutuhkan teman-teman yang ada di “kelas” lain tersebut, dan itu TIDAK AKAN MELIHAT KELAS lagi. Misalnya, kita membutuhkan pekerjaan di suatu saat, terus ada teman yang sudah punya perusahaan. Saat itu, apakah kita akan melihat “kelas” itu lagi?

Setelah kita lulus nanti, cap kita adalah lulusan SMALA. Bukan lulusan kelas s atau lulusan kelas r. Jadi kita ini sama! Ga ada yang beda! Jadi hilangkanlah rasa2 “anti…” dan sebagainya. Marilah kita kembali bersatu, kembali berjuang bersama untuk membawa SMALA menjadi yang terbaik. Karena kita semua punya tugas sama, posisi sama. Kita semua calon penerus perjuangan bangsa. Tetap bersatu! Jangan berpecah belah!

Sekian dulu tulisan ini (tulisan atau ketikan ya?). Kayanya susunan katanya amburadul lagi. Maaf kalau masih amburadul. Mohon dimengerti karena saya bukan ahli menulis. Selain itu, jika ada kata2 saya yang menyinggung, maafkan saya juga. Karena hanya Allah saja yang Maha Sempurna. Terima kasih. :)





Semua Yang Hidup Pasti Mati

20 12 2010

Mendengar ajakan teman-teman kelasnya untuk melayat karena ada keluarga temannya meninggal dunia, dia hanya terdiam. Karena baru kali ini dia akan melayat. Dia berpikir, apakah yang akan dilakukan di sana. Apakah berdiam diri? Atau mengobrol? Atau bagaimana?

Anggap saja namanya si fulan. Si fulan ini hanya mengiyakan ajakan teman-temannya itu. Dan dia mendengar kabar lebih lanjut, bahwa teman-temannya akan melayat sebelum jenazah dimakamkan. Agar mereka bisa ikut memakamkan jenazah.

Jadilah si Fulan ini berangkat ke tempat berkumpul yang sudah direncanakan sebelumnya agar bisa berangkat ke rumah temannya bersama-sama. Setelah berkumpul semua, merekapun berangkat bersama-sama.

Sesampainya di rumah temanya itu, mereka dipersilahkan duduk. Mereka semua menunggu di luar, termasuk si Fulan. Si Fulan hanya melihat sekitar, mengobrol dengan temannya, dan berbicara dalam hatinya, “oh, begini ya melayat itu”. Awalnya tidak ada hal yang istimewa yang dia dapatkan. Dia hanya menunggu. Tapi tak tau sampai kapan. Fulan dan teman-temannya menunggu jenazah agar dibawa ke tempat persinggahan terakhirnya di dunia.

Dan momen itu pun datang juga. Jenazah disiapkan untuk dibawa ke kuburan. Semua yang hadir di sana berdiri. Melihat ke arah yang sama. Hati Fulan pun mulai bergetar. “Wah, nanti kalau saya mati siapa yang mengurusi seperti ini”, pikirnya. Beberapa saat kemudian, dibawalah jenazah oleh rombongan keluarga ke kompleks kuburan yang ada di dekat rumah temannya itu. Si Fulan mengikuti rombongan itu. Namun, dia dan teman-temannya berada di rombongan paling belakang.

Mereka pun ikut masuk ke kompleks kuburan yang di dalamnya telah ada tanah kosong yang digali dan disiapkan untuk menguburkan jenazah. Hati Fulan semakin kencang bergetar. Dia tak mengetahui perasaan apa ini.

Singkat cerita, jenazah pun dimasukkan ke liang lahat dan dikuburkan. Tak ada sedikitpun harta yang dimasukkan kecuali beberapa lembar kain kafan. Dan sekarang hati fulan berguncang sangat keras. Dia ingin sekali menangis. Hatinya berbisik, “Ya Allah, akankah kelak aku seperti ini? Meninggalkan semuanya yang ada di dunia? Tidak ada sanak familiku dan harta-hartaku yang menemaniku di sana? Lalu bisakah aku menjawab pertanyaan-pertanyaan malaikat Munkar-Nakir tentang siapa Tuhanku, Nabiku, Agamaku, dan Petunjukku? Jikapun bisa, apakah aku akan menjawab dengan lancar? Setelah itu, akankah aku terhindar dari siksa kubur? Ya Allah, ampunilah aku yang sering tak bisa menghindar dari dosa-dosa kecil dan besar. Ampunilah hamba-Mu ini yang penuh dengan lumur dosa, yang sering kufur terhadap nikmat-Mu, yang sering lalai dalam mengerjakan kewajiban-kewajibannya yang menjadi hak-hak-Mu. Karena aku mengetahui dari firman-firman-Mu bahwasanya siksamu amatlah pedih. Aku tahu, aku tak akan pernah mampu, tak akan pernah kuat untuk menerima azab yang disebabkan oleh perbuatan-perbuatan jahiliyahku. Ya Allah, ampuni aku”.

Walaupun fisiknya terlihat tegar, tapi hatinya menangis, berteriak sangat kencang. Matanya mulai berkaca-kaca. Namun, dia tak ingin matanya terurai air mata. Biarkanlah hatinya saja yang menangis sejadi-jadinya. Setelah hari itu, ia pun bertaubat, taubatannasuha. Dan ingin kembali menempuh jalan-Nya yang lurus

***

Hikmah dari cerita yang strukturnya kurang baik ini adalah kita sebagai manusia kelak pasti mati. Allah telah menyatakan, setiap yang hidup pasti mati. Termasuk kita. Maka pertanyaannya. Apakah bekal kita? Apakah yang kita persiapkan untuk menghadapi kematian itu? Apakah kita mempersiapkan harta kita? Ataukah amalan-amalan baik? Atau bahkan, dosa-dosa dan maksiat kita? (na’udzubillah min dzaalik). Ya! Harta dan seluruh saudara kita tak akan menemani kita di alam kubur kelak. Hanya amalan-amalan kita yang akan menemani.

Hikmah selanjutnya, mungkin kita sering acuh tak acuh jika ada orang-orang yang meninggal dunia. Bukan acuh tak acuh sih. Kita peduli, tapi peduli hanya di lisan. Hanya mengucapkan “inna lillah wa inna ilaihi raaji’uun”. Dan selanjutnya? Selesai. Tak ada niatan untuk berta’ziah, menghibur keluarga. Padahal kalau kita berta’ziah, maka pahala yang didapatkan sangat banyak, apalagi kalau kita ikut menshalatkan.. Selain pahala yang banyak, mungkin kita akan mendapatkan sesuatu yang didapatkan si Fulan tadi. Bertaubat…





Ya, Allah… Jadikan Aku Bisa…

5 11 2010

Halo readers ( kalo ada, wong blog gueje :) ) ). Judulnya sudah geje. Apalagi orangnya. Haha. Jadikan aku bisa… Bisa apa? Bisa main PES, bisa main kelereng? Ya ga lah! Haha.

Oke, back ti topic. “Bisa” di sini ada lanjutannya. bisa meraih semua cita-cita. Yah, memang. Aku mungkin tergolong orang yang banyak cita-cita. Sampe terkadang aku memiliki keraguan apakah aku bisa? Tapi aku harus menepis semua keraguan itu. HARUS! Husnudzon pada Allah. Insyaallah semuanya akan tercapai! Allah ma’anaa!

Oke, sampe di sini aja. Kayanya isinya geje. Tapi semoga bermanfaat

AMU :)





Karena Kita (Masih) Bukan Apa-Apa

5 11 2010

Pemudi pemuda
Sering bercengkrama
Saling perhatian di antara mereka
Melupakan semuanya
Apakah mereka lupa?
Atau lupa dengan sengaja?
Bahwa mereka masih muda
Benarkah perhatian di antara mereka
Tulus dari hatinya?
Ataukah hanya nafsu muda belaka?
Bagaimana tanggapan para pejuang tua
Yang telah berkorban demi bangsa negara
Satu tujuan bersama
Memajukan Indonesia
Namun entah kenapa
Penerus bangsa telah banyak tergoda
Berfoya-foya
Membuang waktu dan tenaga
Melupakan tujuan para tetua
Marilah kawan semua
Contohlah anak palestina
Yang cinta pada tanah airnya
Merelakan seluruh nyawanya
Untuk memperoleh satu kata yang nyata
MERDEKA
Ayolah temanku semua
Junjung tinggi kejujuran di antara kita
Buanglah hal yang sia-sia
Tingkatkan kerja keras kita
Demi satu tujuan bersama
Untuk memajukan Indonesia

Terinspirasi dari beberapa perkataan teman. Bahwa banyak yang melakukan hal yang sia-sia, jauh dari agama dan etika.

Menjelang hari pahlawan ini, saya ingin berbagi karangan saya yang ngaco+ga karuan ini. Hahaha. Maaf jika menyinggung hati. Anggaplah sebagai kritik. Jika menerima, alhamdulillah. Jika tidak terima, maafkan kata saya. Terima kasih

AMU :)





Kalian Hebat, Basket SMALA!

31 07 2010

Rasa salut dan bangga saya sampaikan kepada teman-teman basket smala yang telah berjuang di DBL selama beberapa minggu ini. Bagaimana tidak bangga, di saat sibuknya kegiatan-kegiatan yang ada di sekolah, kalian masih sempat membagi waktu untuk berlatih yang tak lain bertujuan untuk meraih hasil terbaik di DBL untuk membanggakan almamater tercinta kita.
Walaupun pada akhirnya ada yang lebih baik dari kita, namun hasil ini adalah hasil yang sangaaaat luar biasa! Kalian bisa menjadi contoh bagi smalane yang lain, bahwa untuk meraih hasil yang baik harus dengan perjuangan yang keras. Kalian telah menunjukkan itu di lapangan.
Catatan bagi smalane yang lain, banggalah pada mereka, hargai perjuangan mereka. Janganlah kalian yang hanya menonton pertandingan tadi saja, lalu kalian menyikapi hal itu dengan biasa bahkan mengejek mereka.Mengatakan bahwa mereka bermain jeleklah atau apalah (saat pertandingan, saya sempat mendengar seseorang di sekitar saya ada yang bersikap demikian). Kalau demikian sikap kalian, maka kalian tak menghargai proses bagaimana mereka melangkah sampai sejauh ini. Bagi kalian yang bersikap demikian, saya yakin, kalian masuk golongan yang hanya banyak bicara namun tak ada hal yang telah kalian kerjakan seperti tim basket kita.
Terakhir, secara keseluruhan saya angkat topi dengan perjuangan kalian. Jangan bersedih atas kesuksesan yang masih tertunda. Karena saya yakin kalian bisa menjadi lebih baik lagi. I’m proud of you, friends!





F. Perez Sadarlah…

9 06 2010

Pelatih baru, gagal, pecat. Begitulah kebiasaan Real Madrid. Diberi kesempatan 1 tahun untuk menggabungkan para bintang sepakbola yang egois. Sungguh waktu yang sedikit untuk membangun tim juara.

Mana mungkin bisa dalam 1 tahun menggabungkan pemain bintang lalu juara? Mereka butuh penyesuaian. Pelatih butuh waktu berpikir untuk meramu strategi untuk menyesuaikan materi skuadnya. Tidak bisa langsung simsalabim jadilah tim yang hebat. Membuat tim hebat tidak semudah membalik telapak tangan.

Lalu mereka akan bertanding dengan tim yang sudah matang, sudah kuat, sudah hebat. Bagaimana bisa menang? Ya jelas, dilihat dari sisi kekompakan tim baru bakal lebih tidak kompak. Apalagi berisi bintang-bintang yang notabene adalah pemain egois karena ingin menampilkan skill individunya masing-masing.

Sadarlah Perez. Jangan lihat dari segi ekonominya saja untuk membangun tim. Menaikkan popularitas tim bukanlah dari membeli pemain bintang, tetapi juara. Dan juara bukan hanya dengan mengganti pelatih terus menerus. Di periode pertama anda membeli ronaldo, beckham, dll. Hasilnya gagal tanpa gelar 3 tahun.mengganti pelatih sudah lebih dari 3 kali. Di periode kedua ada c.ronaldo, kaka, dll. Tahun pertama gagal juga. Apakah tahun ini dengan pelatih baru yaitu The Special One akan meraih sukses? Kita lihat saja…





Saya Benar-Benar Benci Pacaran Sebelum Menikah Sejak Sekarang

2 06 2010

Judul di atas muncul dari hati saya. Murni, jujur… Mungkin banyak kalangan yang akan menentang ini. Saya lebih yakin bahwa lebih banyak yang kontra daripada yang pro. Karena kebanyakan dari mereka beralasan bahwa ini hanya memadu kasih, bahwa ini hanya kedekatan saja, bahwa ini hal yang wajar…

Alasan-alasan mereka saya yakin pasti dari nafsu mereka. Mereka yang terbuai dalam nafsu, mereka yang terlingkup dalam ikatan yang tak jelas, hanya memikirkan diri mereka saja dan pasangannya. Tak memikirkan berapa banyak dosa yang telah mereka perbuat. Dari awalnya yang hanya pegangan tangan, lalu berlanjut ke ciuman, lama-kelamaan pelukan, dan puncaknya adalah pergaulan bebas ( na’udzubillah min dzaalik).

Bahkan mereka akan membenci kedua orang tua mereka jika hubungan mereka tidak direstui. Mereka akan memusuhi saudara2 mereka karena saudara2 kandung mereka tak menyetujui pacaran… Lalu apa faedah pacaran? Apakah hanya untuk menuruti nafsu yang menurut mereka adalah CINTA? Apakah hanya untuk saling mendengarkan lontaran kata mesra yang dibumbui oleh bisikan syaithon? Jika kalian memang saling tertarik kenapa tidak menikah saja? Jauh lebih halal. Daripada pacaran, lalu putus, pacaran dengan yang lain dan seterusnya? Tidakkah kalian kasian calon suami atau calon istri kalian hanya mendapatkan sisa2 dari orang lain?

Mungkin tetap ada saja yang beralasan bahwa mereka tidak pernah gandengan tangan, pelukan, dan seterusnya. Bukankah itu boleh? Berarti kami bisa menyebut mereka belum sadar. Belum sadar dari mimpi yang sejenak. Saya yakin mereka tetap melakukan aksi saling memuji yang sebenarnya secara tak sadar mereka telah membangkitkan nafsu mereka. Mereka terkadang lalai dalam melakukan hal lain. Mereka sebelum pacaran akan bangun saat subuh untuk shalat berjamaah di masjid, maka saat pacaran kemungkinan besar mereka akan lebih jarang ke masjid.

Selanjutny adalah pandangan. Walaupun mereka yang berpacaran tidak melakukan kontak langsung, tapi kemungkinan besar mereka akan sering saling pandang, saling lirik, dll. Tidak sadarkah bahwa itu bisa memunculkan nafsu birahi? Bukankah Islam memerintahkan wahai muslimiin wa muslimaat untuk menjaga pandangan? Jika kita sebagai pemuda muslim tidak bisa melaksanakan perintah itu, lalu siapa yang akan melaksanakannya? Orang Islam zaman dahulu saat berjaya adalah orang2 yang berkarakter kuat. Tapi sekarang kita telah banyak menghilangkan karakter2 itu… Malah kita ikut2an budaya lain dan membangga2kan hal itu. Sungguh memilukan.

Maaf jika artikel ini banyak menyakiti hati kalian. Saya hanya menyampaikan isi hati yang butuh diluapkan.

Syukran katsiran litaqrouuna haadzal qirooati :)





Terima Kasih Kawan

17 03 2010

Terima kasih saya ucapkan kepada 2 teman sekelas saya yang selalu mengingatkan saya agar tetap berjalan di jalan Allah. Yap, mereka memang selalu mengingatkan jika saya dalam keadaan khilaf, bimbang, ragu, dll.

Mereka yang selalu bersama-sama berjuang dengan saya. Dengan saling memberi semangat bahwa kita bisa mencapai impian kita. Impian yang sudah ada di hati.

Ya, kita akan selalu membuktikan bahwa harapan dan impian itu akan selalu ada. Marilah untuk tetap istiqomah berjalan di jalan-Nya. Ingatkan aku jika aku khilaf, insyaallah aku akn mengingatkan jika kalian khilaf.

Thanks to AA and BS

AMU

:)








Follow

Get every new post delivered to your Inbox.